Halaman

MA TAHFIZH IKUTI LOMBA KALIGRAFI


Bismillah,... 
Al Hamdulillah wa syukurillah,.. MA Tahfizh al Qur'an Hidayatullah dapat mengikuti kegiatan lomba Pekan Olahraga dan Seni [PORSENI] yang di adakan oleh KKM MAN Majalanya [MANJA]. Adapun lomba yang MA Tahfzh al Qur'an ikuti diantaranya adalah lomba Kaligrafi, lomba Pidato Bahasa Arab dan Inggris.Kali ini adalan event pertama yang MA Tahfizh ikuti yang ada di lingkungan KKM, Semoga kedepan santri-santri bisa mengambil hikmah dari setiap kegiatan yang diikutinya. 

Acara POSRSENI yang dilaksanakan tanggal 12-14 Februari 2015 ini diikuti oleh sekiar 40 Madrasah Aliyah. Dengan persiapan yang yang sangat terbatas para delegater bisa mengikutinya dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Adapun santri yang kami utus untuk mengikuti cara tersebut adalah : 

1. Hasan Sultoni santri kelas X : peserta lomba Kaligrafi 
2. Rifqi Fuad Irawan santri Kelas X : peserta lomba pidato bahasa indonesia 
3. Mohamad Syauqi al Ghifari kelas X : peserta lomba pidato bahasa arab  

MAN JADDA WA JADA itulah slogan penyemangat yang mereka tanamkan dalam dirinya. Kami sampaikan kepada seluruh dilegater diatas bahwa, menang/juara bukanlah tujuan utama, akan tetapi yang terpenting adalah niat yang ikhlas dalam mencari ridhoNya. Niat yang semata-mata ingin memberikan kontribusi terhadap tegaknya (Syi'ar) Islam di Bumi "Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu".Seomga Allah subhanahu wa tha'ala memberikan ilmu yang bermanfat kepada santri-santri. Amin 

Administrator

Skenario Terbaik !!

               Di siang ini aku kesepian. Dalam kesepian ini, aku pun merenung…. Aku sendiri disini, hadir menyapa hanyalah alam yang menghembuskan angina sejuknya.
               Ku goreskan penaku pada permukaan secarik kertas di tanganku. Pada bulan ini, sangatlah banyak masalah yang aku harus selesaikan, dan dengan waktu yang sangat singkat pula. Semua yang aku harapkan kini telah sirna, harapanku menjadi penderitaanku.
  Entah mengapa, masalah selalu mengiringi langkah kehidupanku. Aku tahu, takkan ada satu tempatpun di dunia ini yang terhindar dari masalah. Entah itu di istana megah apatah lagi di rumah kontrakan dipinggiran kota. Semuanya pasti memiliki masalah.
Tapi kini berbeda, masalah yantang  datang kian terus menerus,,,     Tiada henti, tak kenal waktu.
Bagaikan sungai yang tak berujung.
Ibarat  malam yang tak luput dari kegelapan.
Terkadang saat aku ingin bersama orang lain, aku di asingkan. Namun, disaat aku menginginkan kedamaian, maslah tiba-tiba menyapa begitu saja.
Hampir segala sesuatu yang ku-harapkan ditentang oleh suratan takdir yang seakan telah tertulis. Dimana, sedari dulu aku mengharapkan agar semua ini menjadi abadi. Namun, selalu kandas ditengah jalan.
Aku tahu, segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang bersifat abadi, kecuali sang Pencipta, Allah SWT, Yang Maha Kekal.
Aku pun belajar melupakan orang yang melupakan aku. Lalu aku belajar memaafkan semua orang yang menyakiti aku. Samapai aku belajar memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang aku sayangi. Tapi, hanya satu yang tidak bisa aku pelajari yaitu,,, Aku harus bisa tersenyum disaat orang yang aku sayangi, menyayangi orang lain
Setiap kali aku berdo’a. Aku selalu menyisipkan do’a agar aku diberikan sesuai dengan apa yang aku butuhkan. Aku yakin segala sesuatu apapun yang telah diberikan oleh Allah kepadaku, itulah yang terbaik bagiku.
Walaupun aku tidak bisa mengungkap misteri tabir waktu. Tapi aku yakin, skenario Allah adalah skenario terbaik.
Karena Allah adalah yang Maha mengetahui, Maha bijaksana.
You Are The Cherisher and Sustainer Of The Worlds.
Pasti dan sungguh pasti para pembaca pun, pernah mempunyai masalah. Dari masalah pribadi, sampai masalah umat dan dari masalah hati hingga masalah akhwat. Ada yang lulus dari ujian itu dengan menyongsong masa depan yang cerah dan sukses, juga ada yang memilih jalan yang tidak semestinya dijadikan sebagai pilihan yaitu dengan putus asa.
Untuk para pembaca…….
Percayalah dan yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi, adalah pilihan terbaik dari Allah SWT, untuk kita.
Yakinlah Allah memberikan sesuai dengan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Tugas kita adalah mentaati segala yang diperintahkan oleh-Nya.
KEEP SMILE ,,,,,,,, Althought Your Heart Is Sad….. JJJ 
By : Aldi Alamsyah
    Kelas: IX MTs Tahfizh al Qur'an Bandung

SANTRI KEMBALI MERAIH JUARA DI OLIMPIADE MIPA TINGKAT KKM2 CIKANCUNG

Bismillah,..
MTs Tahfizh al Qur'an Hidayatullah Bandung kembali bisa mengikuti kegiatan Olimpiade PAI dan MIPA. Acara yang dilaksanakan tanggal 19 Desembar 2014 ini diikuti oleh sekitar 60 Madrasah swasta yang berada di bawah naungan KKM2 Cikancung, acaranya berjalan dengan lancar dan sukses.

Dalam kegiatan tersebut, alhamdulillah MTs Tahfizh al Qur'an Hidayatullah Bandung berhasil membawa 2 piala sekaligus yaitu :
1. Juara 2 Olimpiade Matematika yang diraih oleh Santri kelas VIII ( Moh. Fadhlil Abdul Halim),
2. Juara 3 Olimpiade Biologi yang diraih oleh Santri kelas VIII ( Moh. Naufal Muyassar)

MTs Tahfizh al Qur'an Hidayatullah mengutus 3 orang Santri untuk mengikuti kegiatan tersebut, akan tetapi hanya 2 orang yang lolos. Kami bisa memaklumi karena peserta yang terakhir ini masih di kelas VII (tujuh) sehingga dilapangan masih belum terbiasa dengan event tersebut.

Seluruh Civitas Akademika Pondok Pesantren Hidayatullah Bandung, mengucapkan Jazakumullahu khoiron katsiran kepada seluruh peserta yang telah berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan segala sesuatunya.

Semoga Allah Subhanahu Watha'ala memberikan pahala yang berlipat ganda dan mengarunia ilmu ang bermanfaat. Amin

Admin/19 Jan 2015

TES SELEKSI PENERIMAAN SANTRI BARU (PSB) TAHUN 2014/2015

Semangat yaaa.... adik-adik semua,...
Jangan ngantuk kompetisi kalian saat ini bisa dibilang sangat berat.
Fokus mengerjakan soal dan jangan lupa terus memohon pertolangan
kepada yang Maha Alim, yaitu Allah S.W.T
[ Keep Smile ]

Gunakan waktu kalian dengan sebaik mungkin ya,..
Insya Allah,.. Keseriusan kalian akan membuahkan hasih,..
[ Keep Spirit ]

Persiapan Yuuuk,.. Menyambut Tamu Allah

Tidak terasa tahun pelajaran 2014 telah berakhir dan kembali kita memasuki tahun pelajara 2015. Semoga banyak hikmah yang dapat kita ambil untuk menjadi bahan evaluasi/perbaikan di tahun pelajaran berikutnya.

Di tahun pelajaran baru ini, banyak hal yang perlu MTs Tahfizh al Qur'an Hidayatullah [seluruh manajeman] persiapkan salah satunya adalah penerimaan santri baru yang inzya allah akan kita laksanakan pada tanggal 25 Juni 2014.

Berdasarkan data yang masuk dari panitia PSB, alhamdulillah untuk pendaftar kali ini cukup banyak/hampir sama dengan tahun yang lalu yaitu sebanyak 33 orang, adapu yang akan diterima sekitar 30 orang dengan kriteria yang telah di tetapkan oleh manajemen MTs. Tahfizh al Qur'an Hidayatullah Bandung. Dengan demikian, berarti sekitar 3 orang yang dengan sanyat terpaksa ter-Eleminasi.

Semoga acara PSB ini berjalan dengan lancar.. Amin.


Wakaf Buku dari Pustaka Imam Syafi'i Jakarta


[Rabu, 09-04-14] Pustaka Imam Syafi'i Jakarta memberikan wakaf buku ke MTs. Tahfizh al Qur'an, Pesantren Hidayatullah Bandung untuk pengembangan keilmuan keagamaan, Mudah-mudahan bermanfaat untuk Izzul Islam wal muslimin. Amin

Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun Pelajaran 2014-2015

alhamdulilah.. MTs-MA Tahfizh Hidayatullah Bandung membuka Penadaftaran Santri Baru tahun pelajaran 2014-2015
side-2
side-1
 .

Brosur PSB 2013-2014


MTS TAHFIZH AL QUR'AN HIDAYATULLAH BANDUNG 
Menerima Pendaftaran Santri Baru tahun 2013-2014,.. 
Program BEASISWA (Pendidikan, Asrama, Seragam, Buku Pelajaran) khusus Yatim & Dhu'afa

Yuuk, Jaga Semangat Beribadah


Kami dzikir malam,,.... Ya,... Allah lindungilah kami dari godaan setan yang terkutuk.... 
"Naudzubillahi Minasyaithanitrrajim"




Inilah Program unggulan kami "menghafal al qur'an" ternyata menghafal itu menyenangkan,...
yuuuuk.... bersama-sama kita menghafal...!

Yaa,. Allah... Karuniakan Kami Ilmu yang Barmafaat,..


Suasana belajar kelas tujuh (VII) yang semangat ya,..... ! 




Suasana belajar kelas Delapan (VIII), Ku gapai Prestasi, Raih Ridha Ilahi,.. Amien,,,!


 Suasana belajar kelas Sembilan (IX), Ternyata,,,mencari ilmu itu butuh pengorbanan, kesungguhan, keikhlasan,... Yaaaa,. Allah karuniakan kami ilmu yang bermanfaat !





Betapa Menentukannya Seorang Guru


INGIN anak Anda sukses? Perhatikan, siapa gurunya! Sebuah riset yang dilakukan oleh S. Paul Wright, Sandra Horn dan William Sanders (1997) terhadap enam puluh ribu siswa, memberi pelajaran berharga kepada kita betapa pentingnya memperhatikan siapa yang menjadi guru bagi anak-anak kita.
Hasil riset yang mereka lakukan menunjukkan bahwa faktor paling penting yang berpengaruh secara langsung terhadap belajar siswa adalah guru. Artinya, ada berbagai faktor yang mempengaruhi minat, keterampilan, kemampuan dan antusiasme belajar siswa, baik yang ada di sekolah maupun di rumah. Tetapi dari sekian banyak faktor, yang paling berpengaruh adalah guru. Maka, jika ada anak yang kurang bergairah saat belajar, pertanyaan pertama yang harus dijawab secara tuntas sebelum memanggil orangtua adalah bagaimana guru mengelola kelas dan menjalin hubungan dengan siswa-siswanya. Di luar itu, ada pertanyaan lain yang harus dijawab, apakah guru memiliki integritas pribadi atau tidak. Ini berarti, kompetensi saja tak cukup.

Kembali pada riset yang kita perbincangkan di awal tulisan ini. Wright dan kawan-kawan mencatat bahwa, guru-guru yang efektif mampu menjadikan para siswanya berkembang secara optimal. Ini berlaku untuk semua siswa dengan berbagai jenjang prestasi, tidak peduli seberapa majemuk ragam anak-anak di kelas. Jika di kelas banyak anak yang gagal mengembangkan kemampuannya secara efektif, berarti guru tidak mampu mengelola kelas atau bahkan bisa lebih dari itu, yakni tidak mengenali para siswanya dengan baik. Anak yang tidak bisa memusatkan perhatian dalam rentang waktu yang lama, boleh jadi karena kemampuannya mencerna pelajaran yang kurang, boleh jadi karena minatnya yang lemah. Ini berarti, meskipun sama masalahnya, langkah yang perlu diambil oleh guru akan sangat berbeda.

Catatan ini menunjukkan bahwa, kegiatan belajar-mengajar yang efektif sangat sulit terjadi apabila guru tidak mampu mengelola kelas dengan baik. Jika siswa banyak yang menunjukkan perilaku menyimpang atau antar siswa tidak ada rasa saling hormat, tak ada aturan dan prosedur yang dihormati sebagai panduan perilaku, dan rasa persahabatan antar siswa sangat rendah, maka kekacauan di kelas akan menjadi hal yang wajar. Dalam situasi seperti ini, kata Marzano dalam bukunya yang bertajuk Classroom Management That Works (2003), baik guru maupun siswa sama-sama menderita. Guru harus berjuang mati-matian untuk mengajar, dan siswa hampir pasti belajar jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya mereka lakukan.

Berbagai riset menunjukkan bahwa anak-anak yang kemampuan matematikanya rendah dengan skor 50% ke bawah, meningkat pesat kemampuannya setelah 2 tahun jika ia belajar di sekolah yang efektif dan guru yang juga efektif. Sedangkan anak-anak yang belajar di sekolah rata-rata dengan kemampuan guru mengelola kelas yang juga rata-rata, tidak mengalami perubahan apa pun setelah 2 tahun. Tetap saja kemampuannya tidak berkembang dengan baik. Sementara anak-anak yang belajar di sekolah yang tidak efektif dan –celakanya—memperoleh guru yang juga tidak efektif, justru makin lama makin bodoh. Semakin lama ia bersekolah semakin terpuruk prestasinya, semakin tidak mampu ia mengembangkan potensinya.

Buatlah Ibumu Tertawa



KALAU hari ini kita dapat meneggakkan kepala, ada kasih-sayang ibu yang tak akan pernah dapat engkau hapuskan jasanya. Kalau hari ini engkau dapat berbicara dengan jelas, itu karena kesabaran ibumu mengasuh dan mengajarimu mengucap kata demi kata. Kalau hari ini engkau merasai manisnya kehidupan, itu karena ibumu berkenan mengasuhmu penuh ketulusan.
Alangkah banyak wajah tampan yang susah menemukan kebahagiaan bersebab mereka tak pernah memperoleh usapan sayang dari ibunya. Alangkah banyak perempuan cantik yang tak dapat merasakan ketulusan meski sedetik, bersebab mereka tak memperoleh kasih-sayang di masa kecil.
Maka, sudahkah engkau bahagiakan ibumu? Perempuan yang wajahnya mulai berukir ketuaan itu, adakah ia semakin cepat tua karena amat seringnya menangis sedih karenamu? Ataukah ia menangis bahagia bersebab kebaikanmu padanya?
Teringatlah saya pada sebuah hadits:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ: اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah dan aku tinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis.”
Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kembalilah kepada kedua orangtuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Al-Baihaqi dan Al-Hakim, shahih).
Buatlah ibumu tertawa. Jangan buat ia menangis kecewa. Buatlah kedua orangtuamu tertawa. Bukan mentertawakan mereka.
Khusus tentang ibu, ada sebuah hadits yang amat perlu kita renungkan. Inilah hadis yang menunjukkan betapa tinggi kedudukan seorang ibu. Maka, berbahagialah engkau wahai para ibu jika engkau penuhi kewajibanmu sebagai ibu dengan penuh kesungguhan, ikhlas karena Ta'ala, mengharap ridha Allah 'Azza wa Jalla.
Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadist ini, ada penekanan yang amat kuat tentang haramnya mendurhakai ibu. Nah, apakah yang telah engkau lakukan agar panjang umurnya ibumu dapat memudahkanmu masuk ke dalam surga-Nya?*
Mohammad Fauzil Adhim adalah penulis kolom Parenting Majalah Hidayatullah. Berbagai tulisan lain dapat dibaca di majalah Hidayatullah. twitter: @kupinang

Membangun Akal Raksasa dengan Kecerdasan Qurani

DALAM episode sejarah kehidupannya, sekalipun Muhammad dipersiapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala selama empat puluh tahun lamanya untuk menjadi komunikator-Nya, terbukti belum cukup. Segudang pengalaman, meliputi pengalaman spiritual, psikologi, diplomasi, pekerja sosial, militer, parenting, pemimpin, figur publik,  tidak memadai sebagai modal untuk dijadikan problem solving dalam menterapi patologi sosial yang menjangkiti bangsanya pada stadium akut.

وَوَجَدَكَ ضَالّاً فَهَدَى
“Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk." (QS. Adh Dhuha (93) : 7)

Bingung yang dimaksud adalah kebingungan – kehilangan arah/rute -  untuk memperoleh kebenaran mutlak (al-Haqiqah al-Muthlaqah) yang tidak bisa dicapai oleh akal pikiran, lalu Allah menurunkan wahyu kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam sebagai jalan untuk memimpin ummat (masyarakat jahiliyah yang terjangkiti penyakit moral – minum-minuman keras, membunuh, mencuri, main judi, makan riba, main perempuan) menuju kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Itulah sebabnya, beliau senang berkhalwat (menyendiri) selama tiga tahun untuk mengadakan perenungan yang luar biasa (untuk mencari solusi mengatasi kerumitan masyarakat jahiliyah)  di Gua Hira.
Dan ketika struktur kepribadiannya sudah matang menurut penilaian-Nya, Allah Subhanahu Wata’ala berkenan menurunkan kepadanya wahyu Al-Quran. Yang berisi perintah dan larangan yang terasa berat dipikul secara pisik dan jiwa. Ternyata, keunggulan isi al-Quran  baru fungsional sebagai petunjuk jika didukung kehebatan pelakunya. Konsep yang agung memerlukan pelaksana yang sepadan dengan kemuliaannya.